Pages - Menu

Jumat, 30 Januari 2015

Pisang Molen/Bolen tantangan KBB#44



Bismillah,

Setelah beberapa minggu akhirnya saya menulis lagi, maklum keasyikan jalan-jalan hehehe, sebenarnya saya sudah membuat resep ini hampir 3 minggu yang lalu dan langsung berhasil horeee!!! oleh karena itu dengan PD-nya saya pamerin di DP BB n sosmed yang saya punya, ga nyangka temen saya langsung ada yang memesan, dan dilanjutkan mama saya yang juga minta dibuatkan 2 resep untuk dibawa jalan-jalan ke Lombok minggu lalu fiuhhh...makanya saya ga sempet-sempet ni laporan ;p

Proses pembuatan pisang molen ini menurut saya cukup mudah walaupun ada beberapa step yang membutuhkan kesabaran, menggiling adonan dengan roling pin tepatnya, dengan beberapa resep yang sudah saya uji cobakan resep dengan menggunakan tepung terigu serbaguna ini yang paling mantap, dalam percobaan saya minggu lalu saya juga pernah menggunakan tepung terigu protein tinggi, memang sangat elastis dan memudahkan dalam membungkus pisang namun ketika dipanggang hasilnya kurang renyah, & malah menjadi sedikit seperti roti, tapi herannya teman saya malah lebih suka yang seperti itu hmm selera orang memang beda-beda yaah.

Saat melipat adonan pun ternyata cukup tricky, adonan harus pas ketebalannya dan juga harus cukup lebar untuk membungkus pisang, bagian ini harus dipraktekan sendiri karena susah diterangkan dengan kata-kata, anyway saya cukup puas sih dengan hasil pisang molen buatan saya ini, yaaah walaupun tetap harus banyak latihan supaya bisa sempurna....molennya renyah, harum dan matang sempurna (jika menggunakan loyang tahan panas dari kaca) saya masih kesulitan mematangkan bagian bawahnya jika menggunakan loyang alumunium biasa padahal waktu memanggangnya sudah saya tambah. Berikut resepnya yaaah, cekidot!!!


KBB#44 Pisang Molen (khas Indonesia)
By Ariesta Mikdar Gunawan

Bahan kulit A
100gr tepung trigu all purpose
1sdm minyak goreng
80gr margarin
Bahan kulit B
300gr tepung trigu all purpose
50gr gula halus/gula kastor
100gr margarin
100ml air dingin dari kulkas
1/4sdt garam halus
1/4sdt vanili bubuk
Bahan isian
10buah pisang raja/pisang tanduk yang manis, kukus dan potong melintang 4cm kemudian belah menjadi 2
100gr keju cheddar potong memanjang menjadi seukuran pisang sebanyak 20buah
50gr coklat beras/messes

Bahan olesan :
1butir kuning telur
1sdm mentega cair
Cara membuat :
1. Buat adonan kulit A, yaitu campur smua bahan dan aduk dengan spatula/sendok kayu sampai merata kemudian bagi menjadi 20, bulatkan
2. Buat adonan kulit B, sama campurkan smua bahan kemudian uleni sampai kalis dan bagi menjadi 20bagian, bulatkan
3. Ambil 1 adonan B, gilas agak tipis menjadi segiempat, letakkan 1adonan A diatasnya. Lipat seperti amplop sehingga A tertutup kemudian rapihkan menjadi bulat kembali. Lakukan untuk kesemua 20adonan
4. Ambil 1 adonan (gabungan A dan B tersebut) dan tipiskan lagi menjadi persegi panjang, gulung/lipat ke dalam dari sisi yang pendek, gilas tipis lagi, dan ulang  hingga  3 kali proses.   Kerjakan smua adonan dan akhiri dengan bentuk gulungan/lipatan. Biarkan beristirahat kurang lebih 30menit
5. Sementara itu panaskan oven pada suhu 180C dan siapkan loyang, poles dengan margarin, beri kertas dan poles lagi
6. Ambil 1 gulungan adonan yang telah diistirahatkan, buka gulungan/lipatannya, gilas tipis menjadi segiempat samasisi. Letakkan sepotongpisang, messes, keju dan tutup dengan pisang lagi. Lipat seperti amplop  atau martabak telur mini. Kerjakan sampai habis adonan, kemudian oles permukaannya dengan kuning telur
7. Panggang selama kurang lebih 60menit, sesaat setelah matang, poles pisang molen dengan mentega cair tipis-tipis. Selesai deh, mari makaann!!! yumyum...






Kamis, 08 Januari 2015

Lasagna Kulit Pangsit


Bismillah,


Saya sebenarnya membuat lasagna ini untuk acara malam tahun baru 2015, namun baru sempat saya tulis di blog sekarang, biasa deh so' sibuk ;p. Saya suka sekali makan pasta (intinya sih saya memang suka makan hehe) dan pertama kali saya membuat lasagna sudah bertahun-tahun yang lalu, kayanya waktu jaman masih kuliah dulu deh, untuk me - refresh ingatan saya makanya saya ingin membuat lagi resep ini.

Banyak sekali resep yang berseliweran di mbah google tentang lasagna, namun pilihan saya kembali pada blog Just Try & Taste...kayanya saya ngefans banget deh sama blog ini, saking banyaknya resep yang sudah di post di blog ituh hehe...namun saya ingin memodifikasi kulit lasagna yang terkenal mahal itu dengan kulit pangsit, saya ingin tahu saja apa perbedaannya dengan menggunakan kulit lasagna yang di jual di pasaran, sebenarnya saya pun sudah membeli kulit lasagna tersebut, yah itung-itung untuk perobaan lain kali sajalah.....

Kunci dari kelezatan lasagna adalah lapisan pastanya dan rasa  kejunya menurut saya, namun tidak terlepas dari rasa dari saus dagingnya yang bumbunya harus pas, lalu tekstur lasagna itu harus lembut tapi juga tidak benyek...untuk percobaan kali ini saya cukup lumayan puas, walaupun masih ada sedikit perbaikan disana sini.

Menggunakan kulit pangsit ternyata cukup lumayan sulit dalam penempatannya di loyang, karena setelah saya rebus, kulit pangsitnya menempel satu sama lain dan sulit sekali untuk dilepaskan, yah cukup menguras energi lah dalam membuat lasagna kali ini. Saya belum sempat memoto tampilan ketika sudah dipotong karena untuk acara tahun baru, dan tampilannya kurang baik setelah diserbu rame-rame oleh keluarga saya hihihihi. Untuk lebih jelasnya yuk dilihat resepnya....


Lasagna Meleleh
Sumber blog Just Try & Taste dengan sedikit modifikasi dari saya

Untuk 1 loyang ukuran 22 x 16 cm (saya menggunakan loyang ukuran 20 x 20 cm)


Bahan:
- 6 lembar kulit lasagna (saya ganti dengan 12 lembar kulit pangsit)
- 250 gram daging sapi cincang
- 150 gram keju mudah meleleh, parut kasar
- 5 buah jamur champignon/jamur merang/jamur kancing (saya menggunakan jamur champignon kaleng berjumlah kira-kira 12 buah dan dicincang kasar)

Bumbu saus daging:
- 1 buah bawang bombay ukuran sedang, cincang kasar
- 4 siung  bawang putih, keprak dan cincang halus (saya ganti dengan 2 siung bawang putih)
- 3 buah tomat merah, rebus dan kuliti (skip karena saya sedang tidak punya persediaan tomat)
- 4 sendok makan saus spaghetti botolan (saya ganti dengan 350 gr saus spageti botolan)
- 3 sendok makan saus tomat botolan
- 1/4 sendok teh oregano bubuk
- 1/4 sendok teh daun basil kering (skip)
- 1/4 sendok teh Italian seasoning (skip)
- 1/2 sendok makan gula pasir (skip)
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh merica hitam butiran tumbuk halus (saya gunakan merica hitam bubuk)
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk instan (optional)
- 1 sendok makan minyak untuk menumis (saya gunakan extra light olive oil)

Bahan & bumbu saus putih:
- 1 sendok makan mentega/margarine (mentega akan membuat aroma dan rasa lebih gurih)
- 2 sendok makan tepung terigu 
- 500 ml susu cair 
- 1/2 sendok teh merica hitam butiran tumbuk halus (saya gunakan merica hitam bubuk)
- 1/4 sendok teh garam
- 50 gram keju parut, bisa menggunakan jenis keju apapun

Cara membuat:

Saus daging   

Siapkan wajan, panaskan minyak. Masukkan bawang bombay dan bawang putih, tumis hingga harum dan warnanya berubah transparan. Masukkan daging cincang. Masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk hingga daging berubah warna tidak pink lagi.

Tambahkan saus spaghetti, saus tomat,  oregano, garam, merica bubuk dan kaldu bubuk (optional). Aduk rata dan masukkan jamur. Masak hingga semua bahan mengental. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garam apabila masih kurang. Angkat.

Kulit lasagna (Kulit Pangsit)

Siapkan panci, isi dengan 1 liter air dan 1 sendok makan garam. Rebus air hingga mendidih, masukkan kulit pangsit, aduk dengan spatula agar kulit tidak lengket satu sama lainnya. Rebus sebentar, tiriskan. Sisihkan

Saus putih 

Siapkan panci, masukkan mentega dan masak dengan api kecil hingga mentega meleleh. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dengan spatula hingga tepung tercampur baik dengan mentega. Masak hingga tepung berwarna kuning kecoklatan dan matang. Aduk terus agar tepung tidak gosong. 

Masukkan susu cair sedikit demi sedikit saja sambil diaduk cepat dengan spatula. Jangan memasukkan susu cair banyak-banyak atau semua sekaligus, tepung akan menggumpal dan berbintil-bintil. Masukkan susu bertahap sambil diaduk dan adonan mengental, baru tambahkan susu berikutnya dan lakukan terus hingga susu habis. Jika adonan berbintil-bintil, masukkan ke blender dan proses hingga smooth

Besarkan api kompor dan masak hingga saus mengental. Tambahkan merica, garam dan keju parut, aduk rata hingga keju meleleh dan saus kental. Angkat. 

Menata lasagna

Panaskan oven, set disuhu 175'C, api atas bawah. Letakkan rak di tengah oven jika oven anda tinggi, jika pendek letakkan rak di bagian paling bawah. 


Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm, tata 4 lembar kulit pangsit di dasar loyang. Bagi tumisan daging, saus putih. Oleskan 1 bagian tumisan daging di permukaan kulit lasagna. Oleskan saus putih diatas tumisan daging. 

Tutup dengan 4 lembar kulit pangsit lainnya dan lakukan kegiatan menumpuk sama seperti instruksi diatas hingga 12 lembar kulit pangsit terpakai semua. Lapisan paling atas setelah anda mengoleskan saus putih jangan ditaburkan keju dulu. Kita akan panggang terlebih dahulu lasagna hingga 1/2 matang baru keju ditaburkan.

Memanggang 


Letakkan loyang lasagna, panggang lasagna selama 20 menit, keluarkan dari oven dan taburkan sisa keju di permukaan lasagna. Panggang kembali selama 15 - 20 menit hingga keju meleleh dan permukaan lasagna mulai kuning coklat keemasan. Keluarkan dari oven dan biarkan dingin sebelum dipotong-potong. 

Note: lama memanggang disesuaikan dengan oven anda yaah. Jika lasagna tampak mulai mendidih, keju meleleh dan permukaan mulai kecoklatan maka segera keluarkan lasagna. Terlalu lama memanggang membuat lasagna keras dan tidak lumer kala di santap. 


Lasagna dapat segera dinikmati ketika masih hangat, namun untuk lebih set sebaiknya tunggu agak sedikit dingin agar tidak terlalu hancur ketika dipotong. Akan lebih set lagi jika dimasukan ke dalam kulkas, namun kita harus menghangatkan kembali jika ingin disantap, yah itu semua sih tergantung selera masing-masing ya hehe, selamat menikmati ;p





Senin, 05 Januari 2015

Brownies Kukus Keju Pak Sahak


Bismillah....

Saya baru saja membeli klakat, karena saya tidak punya kukusan yang berdiameter besar, dan saking penasarannya sama resep brownies kukus, juga resep-resep lain yang memerlukan kukusan berdiameter besar saya niatin untuk membeli klakat ini hehehe...(foto klakatnya tapi ga ada yang full :p)




Untuk memuaskan rasa penasaran saya brownies kukus keju resep Pak Sahak ini menjadi percobaan pertama saya untuk menguji klakat baru saya. Kenapa mesti brownies yaaa???karena membuat brownies ini mudah banget, dan matengnya pun cepat, terus kenapa mesti keju yaaa???jawabannya....karena saya mau menghabiskan sisa cream cheese yang ada di kulkas :p, resep ini menggunakan cream cheese  cukup banyak, dan rasanya ngejuuuu bingits...untuk pecinta keju ini resep yang harus dicoba looh!!!

Di beberapa resep yang saya lihat banyak yang membagi brownies ini menjadi dua loyang atau dibelah saat sudah dingin dan dilapisi dengan selai blueberry/ strawberry, tapi karena saya ingin yang simpel-simpel aja jadi cuma saya tambahin choco chips untuk hiasannya (emang dasarnya males juga sih...).

Setelah matang brownies ini teksturnya lembuuut sekali, saya sudah menunggu untuk sedikit dingin sebelum dipotong, namun entah karena kurang lama menunggu dalam proses pendinginan  atau kurang lama dalam proses mengukus, bagian tengah dari brownies ini masih lembek jadi merusak tampilannya ketika dipotong, saya belum mencoba lagi resep ini, mungkin setelah percobaan yang kedua akan lebih baik, untuk melihat resepnya silakan dilihat dibawah ini yaaa...



BROWNIES KUKUS KEJU PAK SAHAK
Sumber : Blog Camelia@Home

Bahan A : 
3 btr telur 
100 gr gula pasir
 1 sdm TBM (saya pakai Quick) 

Bahan B : 
60 gr tepung terigu 
20 gr tepung maizena 
1 sdt garam 40 gr susu bubuk 

Bahan C : 
250 gr cream cheese (atau satu resep cream cheese gadungan--> resep dibawah) 
50 – 100 gr butter (saya 100 gr) 

Kalo saya, tambah coklat chip untuk taburan

Cara Membuat : 
1. Kocok bahan A sampai mengembang. (sampe bener-bener kental dan berpita ya..)
2. Masukan bahan B lalu aduk sampai rata. 
3. Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan keadonan lalu aduk sampai rata. Taburkan coklat chip.
4. Tuang keloyang lalu kukus kurang lebih 20 menit, atau tusuk dengan tusuk gigi, jika bersih berarti sudah matang.

CREAM CHEESE GADUNGAN by Vivi Liong 


Bahan : 
150 gr keju cheddar parut 
100 ml susu cair 
Karena saya masih memiliki Cream Cheese 100gr resepnya saya modifikasi menjadi 150gr (90gr keju cheddar, 60ml susu cair 60:40)

Caranya : 
Panaskan susu cair, masukkan keju parut, aduk rata hingga halus (keju larut dan menyatu dengan susu), angkat.




Sabtu, 03 Januari 2015

Banana Muffin



Bismillah,

Sudah lama sekali saya ingin membuat muffin, karena kue ini termasuk kue favorit saya, rasanya tidak terlalu manis dan cukup mengenyangkan, sebenarnya muffin dan cupcake itu mirip namun berbeda dalam teknik pembuatannya, tapi saya tidak akan membahas tentang perbedaanya ya...

Tema muffin yang akan saya buat ini adalah pisang, mengapa pisang.....karena eh karena saya masih penasaran aja sama buah ini, kalau dibuat muffin jadi seperti apa yaa..resep saya kali ini masih dari blog just try & taste, saya suka akan resep-resepnya mba Endang, karena simpel dan ada step-step pembuatannya yang memudahkan pemula seperti saya.Oh ya...sebelum kelupaan, selamat tahun baru 2015 ya....semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Saya membuat muffin ini untuk sarapan anak saya dan juga keluarga, yah walaupun untuk orang indonesia biasanya belum makan kalau belum makan nasi katanya, tapi lumayan mengenyangkan ko'...ayo mari kita coba!!



Muffin Pisang (Banana Muffin)
sumber resep dari blog Just Try and Taste

Untuk 18 buah muffin, garis tengah 5 cm (saya lupa berapa muffinnya karena langsung dimakan ketika baru mateng, tidak sempet menghitung ;p)

Bahan:
- 190 gram tepung terigu serba guna (saya menggunakan segitiga biru)
- 1/2 sendok teh baking soda (bisa skip jika tidak suka rasa baking soda dan takaran untuk baking powder ditambahkan 1/2 sendok teh)
- 1 1/2 sendok teh baking powder double acting dan pastikan fresh (belum expired)
- 1/2 sendok teh garam halus
- 3 buah pisang yang benar-benar matang (saya menggunakan pisang ambon)
- 150 gram gula pasir
- 1 butir telur ayam
- 75 gram mentega/margarine, cairkan
- 1/2 sendok teh kayu manis bubuk

Cara membuat:
Siapkan oven, set di suhu 190'C, lapisi loyang muffin dengan mentega dan tepung atau jika menggunakan kertas cup maka masukkan kertas cup ke dalam cetakan muffin atau cetakan cupcake seperti yang saya lakukan. Sisihkan.

Haluskan pisang, saya menggunakan blender hingga menjadi adonan yang benar-benar halus. 

Siapkan mangkuk, ayak tepung terigu, baking soda, baking powder, garam dan kayu manis bubuk. Sisihkan.

Cairkan mentega, biarkan agak mendingin, agar tidak membuat telur menjadi telur setengah matang ketika dicampur.

Dalam mangkuk terpisah, kocok lepas telur dengan menggunakan garpu atau hand wisk. Kocok sebentar saja. Masukkan gula pasir, pisang halus dan mentega cair, kocok hingga tercampur rata.

Masukkan tepung terigu ke dalam larutan pisang & telur, aduk pelan hanya agar tercampur dan menjadi adonan basah saja. Jangan terlalu lama mengaduk, jika masih ada tepung yang menggumpal, biarkan. Saat muffin dipanggang adonan akan tercampur sendiri. Terlalu lama mengaduk akan membuat muffin menjadi bantat.

Masukkan muffin ke dalam cetakan atau kertas cup, tinggi adonan 3/4 cetakan saja. Muffin akan mengembang saat di panggang. Jika adonan terlampau penuh hingga ke mulut cetakan maka ketika mengembang akan meluber ke luar,  muffin menjadi terlihat kurang cantik.

Panggang selama 20 - 25 menit, atau jika kita tusuk bagian tengah kue tidak ada adonan yang menempel di lidi. Keluarkan dari oven. Disantap ketika hangat akan jauh lebih nikmat.

Muffin dapat disimpan hinnga 2 minggu loh, caranya simpan muffin dalam wadah yang kedap udara lalu taruh di freezer.




Senin, 29 Desember 2014

Brownies Pisang


Bismillah...

Beberapa waktu lalu saya membeli pisang untuk anak saya, karena dia suka sekali makan pisang, tapiiih mungkin karena sudah bosan jadinya pisangnya ga mau dimakan....saya browsing-browsing aja untuk mencari ide, eh ketemu blognya Mba Endang Just Try & Taste, di blognya ada resep brownies pisang yang di kukus, jadilah saya penasaran dan ingin mencoba resep ini.

Resep ini menggunakan loyang ukuran 20x20cm , karena saya tidak memiliki kukusan yang berdiameter sebesar itu yaa jadinya saya panggang aja browniesnya.....untuk tingkat kesulitan menurut saya cukup mudahlah bagi pemula seperti saya, apalagi tidak perlu menggunakan mikser dan tinggal cemplung-cemplung aja, Hasilnya wow enak banget deh, rasa pisang berbalut coklat yang legit-legit gimana gitu...langsung aja resep brownies ini jadi favorit saya, teksturnya ga sebantet brownies biasa aga berongga, mungkin karena penggunaan baking powder double acting ya...saya juga ga gitu ngerti hehe maklum deh namanya juga pemula ;p

Kalau menurut saya sih brownies ini ga begitu manis..pas lah, tapi lain lagi kalau keluarga saya yang bilang...masih terlalu manis, repot deh kalau sekeluarga ga hobby sama yang manis-manis, padahal saya juga ga terlalu suka manis looh, yah kalau mau tau rasanya seperti apa, cekidot ya resepnya dibawah ini.



Brownies Pisang


Bahan: 
- 150 gram dark cooking chocolate/coklat hitam masak
- 125 gram gula pasir 
- 3 sendok makan mentega/margarine suhu ruang
- 2 sendok teh vanilla extract atau 1/2 sendok teh vanili bubuk (jika menggunakan vanili bubuk, ayak bersama tepung terigu) 
- 300 gram pisang ambon/cavendish/raja , haluskan dengan garpu (saya menggunakan pisang ambon 2 1/2 buah)
- 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
- 100 gram tepung terigu serba guna
- 1/2 sendok teh baking powder,  gunakan yang double acting.  
- 20 gram coklat bubuk (saya menggunakan merk windmollen)
- 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm olesi dengan mentega dan alasi bagian dasarnya dengan kertas minyak. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam, aduk rata. Sisihkan.

Siapkan mangkuk tahan panas (kaca atau alumunium), letakkan mangkuk diatas panci berisi air mendidih. Masukkan coklat blok ke mangkuk, dan panaskan dengan api kecil menggunakan teknik double-boiler (tim) hingga coklat meleleh. Angkat dari api. 

Aduk coklat dengan spatula balon hingga smooth, tambahkan gula pasir, mentega/margarine, dan vanilla ekstrak, aduk hingga semua bahan larut dan menjadi halus. Jika terlalu kental panaskan sebentar di panci berisi air mendidih hingga menjadi agak lumer. 

Tuangkan coklat leleh ke dalam mangkuk yang agak besar, masukkan puree pisang ke dalamnya, aduk rata. Tambahkan telur kocok, pastikan coklat tidak panas saat menambahkan telur agar telur tidak matang. Aduk hingga adonan halus.

Masukkan tepung dalam tiga tahapan, aduk perlahan dengan spatula hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya sebesat 180 derajat celsius. Panggang kue selama 25 - 30 menit atau hingga brownies matang dan tidak lengket saat di tusuk dengan lidi. Keluarkan dari dalam oven, diamkan selama 10 menit, lalu keluarkan dari loyang dan dinginkan di cooling rack. Potong-potong sesuai selera...Bon Apetite!!! 



Senin, 22 Desember 2014

LatBar Macaroons with Pak Sahak


Bismillah,

Akhir November yang lalu saya iseng-iseng pengen ikutan latihan bareng, yaah pengen ngerasain serunya kaya apa dan pengeng punya temen baru juga....kebetulan banget waktu itu ada yang posting di facebook, lupa tapi dimananya latbarnya bertema macaroons sama Pak Sahak pula, ya sudahlah saya cari tau tempatnya itu dimana....ternyata di pondok kelapa Bekasi wakwaaw...tapi karena sudah bertekad mau ikutan latbar saya putuskan untuk mendaftar, murah pula biaya adminnya.

Beberapa hari sebelum hari H saya sudah sibuk googling cari petunjuk arah menuju kesana, karena saya mengendarai mobil sendiri, dan jauh-jauh hari saya sudah berpesan pada suami untuk menjaga anak saya yang masih batita ituh ketika saya latbar nantinya. Dengan bermodalkan GPS pada saat hari H saya PD banget menuju tempat latbar....ternyata eh ternyata ketika saya sampai di lokasi contact person yang saya hubungi HP-nya tidak aktif, alamat yang saya cari sudah di depan mata hanya saja blok dari rumahnya yang tidak ketemu, saya sempet bingung, dan saya coba lagi untuk menghubungi dia lagi, akhirnya tersambung juga....contact person acara tersebut meminta maaf kepada saya karena dia lupa memberi tahu bahwa ada perubahan tempat acara hadeeehhh...saya sudah makin bt aja, namun karena niat saya ingin belajar saya langsung menuju tempat yang disebutkan, untungnya ga pakai nyasar.

Sesampainya saya disana waktu sudah menunjukkan jam 10 lewat sedikit, tapi ko yaa...pesertanya hanya 3 orang dengan saya, saya tanya-tanya ternyata yang lain belum datang, yang parahnya lagi contact person yang mengadakan acara tersebut baru menjemput Pak Sahak (Esmosi saya pun semakin tersulut, namun saya tetap berusaha sabar..). Singkat cerita acara baru dimulai pukul 12 siang lewat hufff.... Walaupun awalnya kurang berkesan, tapi yah saya tetap mendapat ilmu tentang cara membuat macaroons dan tidak lupa tambah teman juga hehe...

Oia sepertinya panitia penyelenggara latbar ini masih pemula jadi wajar lah banyak kekurangan...resep pun saya catat sendiri looh, untuk pembuatan macaroons caranya aga sedikit rumit, jadi harus sering latihan agar hasilnya sempurna, bahan yang digunakan juga aga mahal, jadi pastikan ikuti step-stepnya agar tidak gagal,kalau saya sih aga-aga males kalau disuruh membuat macaroons ini, walaupun harga jualnya mahal tapi rasanya manis bingits (itu sih karena saya ga terlalu suka manis :p) berikut resep macaroons dan cara pembuatannya yaa...

Macaroons

Siapkan silpat/baking paper, kemudian loyang 30x40cm, taruh pola macaroons (sudah disediakan foto copinya pada saat saya latbar) diatas loyang dan kemudian tutup dengan silpat. Preheat oven 150 derajat celcius.

Bahan :

90 gr Almond bubuk, sangrai terlebih dahulu sebelum digunakan
75 gr Putih telur, yang sudah didiamkan 2 hari
125 gr Icing sugar merk Fiesta
4 gr Egg white powder, pengganti cream of tartar
40 gr gula pasir halus
Pewarna makanan sesuai selera (disarankan menggunakan American Color/Wilton supaya warnanya bagus)

Cara Membuat :


  • Campurkan almond bubuk dengan icing sugar, kemudian blender (menggunakan grinder) sebentar, setelah selesai lalu disaring menggunakan saringan yang aga kasar, sisihkan
  • Kocok putih telur dengan bubuk egg white, kemudian masukan gula halus sedikit demi sedikit, kocok sampai kaku (jika di tuang tidak tumpah), lalu teteskan pewarna.
  • Campurkan adonan putih telur tersebut dengan adonan almond, caranya adonan putih telur disiram-siram dengan campuran almond hingga merata, lalu aduk balik, setelah rata baru adonan putih telur tersebut boleh dipecah dengan cara ditekan sedikit (step ini sangat menentukan keberhasilan pembuatan macaroons)
  • Setelah semuanya tercampur rata taruh adonan sesuai cetakan di loyang, kemudian DIJEMUR 30 mnt (nah loh ko dijemur) hal ini di karenakan iklim di Indonesia lembab jadi adonan harus dikeringkan terlebih dahulu. Kalau cuaca mendung bisa ditaruh diruangan yang ber-AC kurang lebih 1 jam.
  • Setelah kering (sentuh adonan untuk merasakan teksturnya) masukan loyang ke dalam oven selama 20 mnt, jangan sampai kelamaan ya..nanti warnanya berubah mnjadi aga kecoklatan
Fresh from the oven

Untuk fillingnya menggunakan resep Swis Meringue Butter Cream

Bahan Filling :

- 200 gr gula pasir
- 4 buah putih telur
Campurkan dengan cara di tim (double boiler) aduk terus selama 5-10 mnt, sampai gula larut

- 125 gr mentega putih merk Australia
- 125 gr unsalted butter dingin

Setelah putih telur panas dan gula larut (biasanya mengaduk sudah mulai agak berat), angkat dan kocok dengan mixer sampai kaku dan mengkilat. Perhatikan panas bawah bowl. Jika msh panas bisa dibantu mendinginkan dengan ditaruh es dibawah bowl sebentar saja. Supaya pada saat mentega masuk ga mencair. Kalau sudah kaku dan mengkilat meringuenya bisa dimasukan mentega sedikit demi sedikit kocok sampai rata dan fluffy. Butter cream siap digunakan.

Note :

- Jika ingin menggunakan putih telur segar untuk membuat macaroons, caranya pisahkan putih telur dan timbang sesuai resep, kemudian campurkan dengan gula lalu di tim sambil terus diaduk sampai larut (suhu tidak boleh panas)
- Macaroons dapat disimpan di dalam freezer, caranya letakan dalam wadah tertutup, yang sudah dilapisi dengan tissu, gunanya agar ketika dingin macaroons tidak menjadi lembab
- Jika memanggang dengan oven listrik, gunakan api bawah, dan letakan loyang kosong sebagai alas agar panas tidak terkena langsung loyang yang berisi adonan macaroons

Rabu, 10 Desember 2014

Macaroni Schotel Edisi Late Post


Bismillah....

Belakangan ini saya tiba-tiba jadi ga sempet nulis blog lagi, ntah kenapa adaaa aja yang membuat saya ga sempet nyentuh blog, akhirnya saya keteteran sendiri ni banyak tulisan yang belum saya posting huff...

Untuk postingan kali ini seharusnya di bulan November, karena saya buatnya untuk memperingati hari pernikahan saya yang ke dua cuit..cuittt ,  saya belum pernah menyimpan resep macaroni ini takutnya resep ini hilang karena saya ngeprint dari hasil searching di mbah google, dan sekalian juga siih promosi siapa tauuu ada yang mau order hehehe...waktu itu sempet buat tester di kantor suami tapi karena satu dan lain hal baru laku 1 pcs...yang lainnya malah di makan sama suami, itu juga sempet nginep di kulkas kantornya hiks...(saya cuma buat tester 5 pcs siihh...)

Macaroni schotel ini merupakan hidangan yang paling sering saya buat, sudah beberapa kali saya mencobanya dan beberapa kali pula saya memodifikasi isian dari macaroni ini, menurut saya akan lebih terasa lebih enak jika bubuk pala yang diberikan aga banyak dan menggunakan daging giling instead of kornet.

Oia sejak saya ikut beberapa tantangan saya jadi sering latihan foto-foto hasil masakan saya, yaaah walaupun masih pakai kamera hp tapiii lumayan lah, ga jelek-jelek amat, mudah-mudahan tampilan blog saya bisa lebih cantik lagi yaa...



Macaroni Schotel

Resep ini menghasilkan 2 loyang 20 x 20 cm atau 20-25 cup (tergantung ukuran cupnya)

Bahan :
250 gr macaroni elbow, rebus 3/4 matang lalu angkat dan tiriskan
200 gr keju chedar, potong dadu (diparut juga boleh)
198 gr /1 kaleng kornet (saya ganti dengan daging giling)
100 gr daging sapi giling (saya ganti smoked beef)
Aduk rata :
600 ml susu cair full cream (saya pakai fresh cream 200 ml sisanya susu full cream)
5 butit telur, kocok lepas


Bumbu :
1 buah bawang bombay (ukurannya disesuaikan dengan jumlah daging), potong kecil-kecil
2 siung bawang putih, cincang halus
2 sdt kaldu bubuk rasa sapi (optional saya ga pakai)
Gula pasir secukupnya
Bubuk merica dan pala sesuai selera
Margarin untuk menumis

Topping :
1 sdm margarin (tapi lebih enak jika menggunakan mentega)
2 sdm tepung terigu
250 ml susu cair
100 gr keju parut, bisa menggunakan keju chedar atau mozarella (saya pakai Kraft Quick Melt)
Garam, merica secukupnya

Cara membuat :
1. Panaskan kukusan, lapisi tutupnya dengan serbet untuk mencegah air menetes ke dalam kukusan
2. Tumis bawang sampai wangi, masukan daging giling dan smoked beef. Lalu masukan bumbu, cicipi dulu yaa...
3. Masukan makaroni ke campuran susu dan telur, aduk rata. Lalu masukan tumisan daging, aduk rata kembali. Masukan keju, aduk rata, kemudian tuangkan ke wadah tahan panas atau alumunium foil, masukan ke dalam kukusan dan kukus selama 15 menit (jika menggunakan wadah yang lebih besar waktu kukus akan lebih lama)
4. Sementara mengukus, siapkan topping, lelehkan margarin, masukan terigu aduk cepat sampai rata. Kemudian tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat agar tidak menggumpal. Tambahkan garam dan merica.
5. Keluarkan makaroni dari kukusan, lalu tuangkan topping, dan taburi keju. Panggang dengan oven dengan suhu 150 derajat celcius hingga kecoklatan.

Setelah matang potong-potong sesuai selera, siap disantap deeh...enaknya pakai saus tomat dan sambal, sajikan ketika hangat lebih enak.